SQ Reformation Center

19. Sumber Kesombongan & Kemunafikan

Apa sesungguhnya sumber kesombongan dan kemunafikan itu ?.

Pertanyaan ini sangat penting untuk difahami supaya kita bisa terhindar dari kedua hal yang sangat merugikan kehidupan manusia tersebut.
Informasi yang masuk dan diketahui oleh akal disebut pengetahuan, sesungguhnya pengetahuan tersebut belum nyata atau hanya teori yang justru membebani akal sebelum manfaatnya dikecap dan dialami oleh diri sendiri. Apalagi bila kita dengan bangga diri memberitakannya kepada orang lain sebelum kita sendiri yakin bahwa yang kita ketahui itu benar adanya, atau dengan kata lain me-reka reka.
Ketika IEQ kita merasa “sudah tahu” akan suatu pengetahuan itulah sumber kesombongan dan kemunafikan bagi SQ sebelum casino kita sendiri menjadi pelakunya.
Sering kali hanya dengan menerima suatu informasi dari sumber media seperti buku, majalah, koran, radio, televisi, ataupun kata orang, maka akal kita langsung menganggapnya sebagai kebenaran kita sendiri. Inilah sumber kesombongan dan kemunafikan itu, yaitu memberitakan sesuatu yang belum kita alami sendiri, artinya apa yang kita katakan belum tentu sama dengan yang kita lakukan.
Jadi apakah kita tidak boleh menceritakan kepada orang lain akan apa yang kita ketahui (apalagi yang bermanfaat) sebelum kita sendiri melihat dan mengalamiya ?. Boleh saja !. Tetapi masalahnya yang bisa membedakan hal itu sebagai kesombongan-kemunafikan atau bukan hanyalah SQ yang cerdas, maka sebaiknya kita berhati hati.
Kenapa kesombongan dan kemunafikan ini sangat merugikan ?. Sebab ini merupakan karakter negatif (tabiat jaim) penyebab kebocoran dari wadah kelimpahan, sehingga berkat Tuhan yang tercurahkan tidak tertampung secara efektif.

SQ Reformation akan menutup kebocoran ini secara efektif dan permanen.

10. Evaluasi Kedewasaan Karakter

Karakter sebagai bagian utama dan terpenting dari sistem akhlak manusia adalah tabiat yang terpogram didalam spiritual atau otak “god spot”. Kedewasaan Karakter yang menjadi target kinerja dari SQ Reformation ini merupakan “wadah” bagi tumbuhnya Visi-Motivasi Iman seseorang, sehingga kadar Iman sangat ditentukan oleh ukuran wadahnya yaitu kedewasaan karakter. best hotels . Dengan demikian sangat mudah untuk mengetahui kadar Iman seseorang siapapun dia, yaitu lihat karakternya!.
Masalahnya, karakter ini tidak terlihat pada saat kondisi normal seseorang, tetapi baru muncul kepermukaan pada saat ada masalah (terutama masalah yang menyangkut uang !).

Siapa yang paling tahu dan bagaimana online casino dgfev mengevaluasi karakter ?.

Pertama tentu Tuhan yang paling tahu karakter kita, kedua adalah diri kita sendiri, ketiga adalah orang terdekat dan lebih “rendah”  (suami/istrinya, anaknya, pembantunya, sopirnya, anak buahnya, muridnya). Maka tanyalah kepada mereka itu kalau mau tahu karakter seseorang, jangan tanya kepada otoritas diatasnya (bosnya dll) sebab yang terlihat hanya Tabiat Jaim atau topeng-nya.
Karakter juga bisa dilihat dari bagaimana seseorang memandang orang lain : seperti ketika “satu” jari telunjuk menunjuk orang lain maka bersamaan dengan itu ada “tiga” jari yaitu tengah/manis/kelingking yang mengarah kepada diri sendiri. Artinya kalau kita mengevaluasi orang lain jelek maka sesungguhnya diri kita tiga kali lebih buruk darinya, dan demikian sebaliknya.

Kenapa Karakter ini sangat diutamakan didalam SQ Reformation ini ?.

Kedewasaan Karakter ini menentukan besarnya “wadah kelimpahan” seseorang, dan karakter ini langgeng bersama roh manusia ketika meninggal yang merupakan tolok ukur kelayakan untuk memasuki kerajaan sorga nanti.

3. Break-through : Karakter Manusia Bisa Diubah !

Banyak pendapat bahwa karakter atau watak manusia itu sulit atau bahkan tidak bisa diubah, dan ini memang benar adanya. Banyak orang tua ingin mengubah watak anaknya, suami mengubah istri atau sebaliknya, atasan mengubah anak buah dan sebaliknya, tetapi makin kita paksakan maksud tersebut maka makin bertambah sulit terlaksana bagaikan menembus tembok benteng. Makin bertambah umur, makin kaya, dan makin punya kuasa, maka manusia makin sulit untuk bisa berubah atau diubah karakternya. eminent domain find a domain Banyak ilmu pengetahuan tentang sumber daya manusia yang membahas masalah karakter manusia ini akhirnya hanya memberikan solusi bagaimana karakter manusia ini bisa “disesuaikan” dengan manusia lain yang berinteraksi dengannya. Jadi bukan dengan “mengubah” dari dalam akar tabiat karakternya tetapi hanya me-make up tampak luarnya saja yaitu tabiat jaim dan tabiat kepribadiannya.

Kenapa karakter yang di dalam ajaran agama disebut dengan “akhlak” ini dianggap penting, sebab inilah yang sebenarnya menjadi tujuan utama pengajaran kitab suci dari semua agama. Sebab karakter ini terprogram didalam roh manusia sebagai tingkat kinerja spiritualitas yang nantinya langgeng terbawa kealam roh setelah manusia meninggal, dan karakter inilah yang akan dinilai didalam “uji kelayakan” untuk masuk sorga. Di balik itu ada maksud Tuhan bagi umat-Nya yang berkarakter dewasa “serupa citra-Nya”, sebab dialah yang layak mewarisi bumi ini yang tidak lain adalah kehidupan berkelimpahan sejati.

Pertanyaannya adalah : Bagaimana cara mengubah karakter manusia ini ?.

Potensi manusiawi tidak mungkin bisa mengubah karakter manusia karena berada dalam satu tingkat dan dimensi, sehingga hanya potensi Ilahi yang berada ditingkat yang lebih tinggi dimensinya akan mampu mengubahnya.

SQ-Reformation akan memberikan jawaban tentang perubahan karakter ini secara permanen, dan solusi ini akan merupakan break-through dan reformasi besar didalam ilmu pengetahuan tentang sumber daya manusia .

Kesaksian pribadi :

Setelah saya mengalami pertobatan secara supra rasio-emosional oleh karena Kasih Karunia dan Hidayah Tuhan, maka saya merasakan ada perubahan yang sangat mendasar dari karakter saya. Seperti contohnya, saya bisa mengakui kesalahan didepan siapa saja yang biasanya sangat sulit bagi saya karena gengsi, merasa tidak sakit hati bila disalahkan ataupun direndahkan yang biasanya mudah sekali tersinggung, juga mulai bisa memahami kehendak orang lain yang biasanya selalu memaksakan kehendak ego sendiri. Dan masih banyak karakter saya lainnya yang berubah, sehingga saya menyadari bahwa saya bukan lagi diri saya yang dulu dan saya merasakan bahwa hidup ini begitu ringan, indah, dan sukacita karena penuh motivasi dan harapan.

Dengan karakter seperti ini, kemudian saya merasakan perubahan yang sangat signifikan didalam kelimpahan kehidupan saya, karena apapun yang dulu saya rindukan dan hasratkan maka Tuhan memenuhinya satu demi satu tanpa saya meminta-Nya.

SQ Reformation Center