SQ Reformation Center

24. Dunia ini Panggung Sandiwara

Dalam Sinetron, semua pemainnya berakting sangat serius, baik sebagai pemeran utama ataupun peran antagonis sekalipun. Tetapi anehnya diluar panggung, diantara mereka tidak ada yang saling benci atau sakit hati terhadap lawan mainnya, walau tadinya dipukul atau dimarahi. Kenapa? Sebab mereka tahu bahwa ada tujuan yang lebih penting, yaitu Memperkenan Sutradara untuk dapat imbalan honor yang lebih besar.
Dunia ini juga Panggung Sandiwara, Tuhanlah Sutradara Agung Kehidupan ini dan kita semua manusia adalah pemainnya. Selama kehidupan didunia ini kita juga sedang berperan, ada yang bahagia atau menderita, sedang diberkati atau menerima musibah. Tetapi sebagian besar manusia lupa bahwa sesungguhnya mereka itu sedang main sandiwara kehidupan, akibatnya mereka terhanyut terus oleh perannya. Yang berperan terkena musibah akan terus meratapi nasibnya dan putus asa, yang berperan dapat rejeki terus lupa daratan dan akhirnya berbuat dosa.Dimana letak kesalahannya?. Tidak Cerdas SQ!!. .
Mereka lupa akan tujuan utama kehidupan, yaitu memperkenan Tuhan sebagai Sutradara Agung. Mereka hanya berfokus pada manusia lawan mainnya, karena Pamrih. Jadi, mereka tidak tulus berperan sesuai scenario Tuhan, melainkan mengikuti kemauannya sendiri-sendiri. Maka tidak heran, jika banyak manusia tidak mendapatkan berkat Tuhan yaitu kehidupan Berkelimpahan Sejati.
Diperlukan Cerdas SQ, untuk memahami scenario Tuhan didalam kehidupan setiap kita.
Budi Yuwono, SQ Reformation Center.

 

 

22. Ketakutan dan Kemarahan

Ketakutan dan Kemarahan sebenarnya adalah satu paket, Ketakutan adalah penyebabnya dan Kemarahan adalah akibatnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa seorang yang Pemarah sebetulnya dia adalah sekaligus Penakut dan bukan Pemberani seperti tampak luarnya yang sebetulnya hanya untuk menutupi rasa takutnya saja. Keduanya termasuk didalam Tabiat Jaim dari Akal (IQ) kita sebagai Buah Jiwani Negatif yang merupakan cermin dari Buah Roh (SQ) yang belum dewasa.
Ketakutan berasal dari sikap dan cara pandang negatif (yaitu kegagalan) terhadap sesuatu yang belum atau akan terjadi dari masalah yang sedang dihadapinya, sehingga akibatnya Kemarahan-lah yang muncul yaitu dengan menyalahkan orang lain atau keadaan disekitarnya sebagai pelampiasan.

Ini adalah cermin dari tipisnya kadar Iman (percaya) kepada Kuasa Tuhan buy viagra online sehingga berakibat hilangnya percaya diri terhadap faktor penentu diluar kuasa dirinya.

Apa yang kita takutkan justru itulah yang akan terjadi dan datang kepada kita, sebab Ketakutan merupakan bentuk “pengulangan (zikir) sesuatu yang negatif”.

Firman Tuhan mengatakan bahwa ” Ketakutan merupakan Dosa, dan upah Dosa adalah Maut”. Ketakutan dan Kemarahan adalah merupakan kebocoran dari wadah kelimpahan kita.

Pertanyaannya adalah bagaimana menghilangkan Ketakutan dan Kemarahan ini?. Hanya satu caranya yaitu dengan menumbuhkan Buah Roh yaitu Damai dan Sabar (dalam tekanan) yang akan mematikan tabiat negatif tersebut. SQ Reformation akan memandu dan memberdayakannya.

18. Apa Yang Kita Cari : Ikan – Kail – Sumber ?

Semua aktifitas manusia didunia ini apapun bentuknya hampir bisa dipastikan tertuju kepada satu muara yaitu pencarian “Uang”. Seperti kata pepatah : Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan Uang.
Tetapi pada kenyataannya, orang yang kekurangan uang tidak akan selesai masalahnya kalau kita bantu hanya dengan uang, karena “ikan” yang kita berikan akan habis dimakan dan mereka tidak bisa mencarinya sendiri.
Maka timbul pepatah lagi : Jangan kasih ikannya tetapi beri kailnya !. Artinya bantu mereka dengan diberi pekerjaan atau ladang usaha. Tetapi ini belum cukup !. Karena banyak orang memancing seharian tetapi tidak mendapat ikan satupun, artinya banyak manusia yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi hidupnya tidak berkelimpahan.

Kenapa hal itu bisa terjadi ?.
Bagai memancing diselokan dengan kail yang canggih. Inilah akibat dari ketidak cerdasan dalam memancing ikan, bukan kailnya yang salah tetapi kita tidak tahu “sumber” nya yaitu lubuk dimana ikan itu berkumpul. Inilah kuncinya !.
Pengetahuan untuk mencari uang membutuhkan Kecerdasan IQ, mencari sarana atau alat (kail, bubu, jala, atau apa saja) sebagai bidang usaha memerlukan Kecerdasan EQ, tetapi mengetahui sumbernya yang sangat menentukan hasilnya berlimpah atau tidak memerlukan Kecerdasan SQ.

Seperti terkisah dalam kitab suci, bahwa salah satu murid nabi Isa yaitu Petrus yang nelayan ahli suatu hari tidak mendapat ikan satupun setelah menjala dengan perahunya semalam suntuk didanau Galilea. Pagi harinya nabi Isa menasehatinya (dengan petunjuk Tuhan) untuk menebarkan jalanya lagi ketempat yang lebih dalam. Untungnya Petrus menurut walau sudah frustasi, dan ternyata dia berhasil menjala banyak sekali ikan hingga perahunya hampir tenggelam.

Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui dimana tempat rezeki yang berlimpah untuk ditunjukkan kepada hamba-Nya yang berkenan, yaitu yang cerdas SQ-nya.

14. Resiko Berbohong

Berbohong pasti sering kita lakukan setiap hari, dari yang besar, kecil, dan berbohong demi kebaikan !?. Kebohongan besar seperti manipulasi yang merugikan orang banyak jelas tidak benar dan merupakan kejahatan, tetapi bagaimana dengan kebohongan kecil tentang menyuruh anak bilang kita tidak ada dirumah ketika menerima telpon misalnya, juga berbohong demi kebaikan supaya orang lain tidak tersinggung dan sebagainya.

Kebohongan adalah tabiat Jaim-IQ yang lebih rendah dari Kepolosan tabiat Kepribadian-EQ dan tentu saja berlawanan dengan Kejujuran tabiat mulia Karakter-SQ. Tidak harus Polos dengan mengatakan semua apa adanya tetapi jangan Bohong!, sebab Kebohongan apapun dasar alasannya adalah tidak baik dan tidak benar serta sangat merugikan diri sendiri, kenapa ?.

Setiap kebohongan yang kita ucapkan akan membentuk simpul-simpul penyumbat didalam syaraf neuron penghubung Otak Neo Korteks IQ dengan Otak “God Spot” SQ (Lobus Temporal, Medula ?), sehingga akan menambah kesulitan untuk aktifnya Otak God Spot tersebut.

Dengan kata lain kebohongan akan membuat SQ kita sulit untuk dicerdaskan, Karakter dan Iman kita sulit bertumbuh, dan yang lebih parah adalah Kelimpahan Sejati sulit terlimpahkan kedalam hidup kita karena tidak ada lagi akses Kuasa Tuhan didalam diri kita.

Sebagai catatan, bahwa memang diperbolehkan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya demi kebaikan tetapi ini hanya bagi pribadi yang sudah cerdas SQ nya, dan sesungguhnya ini bukan merupakan kebohongan tetapi merupakan hikmat SQ demi tercapainya tujuan yang lebih mulia (untuk keselamatan jiwa seseorang dsb).

13. Kerendahan Hati Pintu Gerbang Kelimpahan

Kerendahan hati adalah salah satu dari dua puluh sembilan karakter spesifik bagian dari Tabiat Karakter SQ (disamping 29 Tabiat Kepribadian EQ dan 29 Tabiat Jaim IQ). Ini adalah karakter penting pertama yang harus dipunyai sebagai pintu gerbang pembuka karakter lainnya, pembuka dalam belajar dan menguasai segala sesuatu, dan akhirnya pembuka pintu gerbang kelimpahan kita.
Kerendahan hati adalah strategi yang paling ampuh untuk maju, bagaikan tentara yang merendahkan tubuhnya untuk tiarap menghindari tembakan musuh sambil terus maju. Makin rendah posisi tubuhnya maka makin aman dan makin cepat bisa melaju, bayangkan kalau sambil berdiri (kesombongan atau tinggi hati) tentara itu maju maka akan dengan mudah menjadi sasaran peluru musuh.
Karakter ‘rendah hati’ pada dimensi SQ ini memancar dari Otak God Spot manusia dengan energi yang sangat tinggi sehingga mampu mengubah Kepribadian ‘rendah diri’ dimensi EQ serta mematikan Jaim ‘kesombongan’ dimensi IQ. Potensi energi dan frekwensi gelombang kerendahan hati inilah yang mampu menembus dan membuka gerbang sorgawi untuk mengakses kelimpahan sejati.
Kerendahan hati adalah sikap memandang hal dan orang lain tidak lebih rendah dari dirinya. Memandang kepada yang lebih miskin, lebih rendah kedudukannya, lebih rendah pendidikannya, lebih muda, tidak merasa ‘sudah tahu’ dalam mempelajari sesuatu, tidak menganggap sepele kepada hal yang sekecil dan sesederhana apapun.
Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi pun dengan kerendahan hati-Nya sudi untuk turun kedunia ini melalui Firman-Nya untuk menyapa dan menyelamatkan manusia yang paling rendah yaitu orang berdosa, maka kenapa kebanyakan kita tidak demikian ?. Pribadi rendah hati inilah yang memperkenan Tuhan untuk mendapatkan kunci pembuka sumber berkat kelimpahan-Nya.
Karakter rendah hati yang permanen dan konsisten sangat sulit atau bahkan tidak bisa diusahakan dengan kemampuan manusiawi. SQ Reformation akan memandu pemahaman dan penerapannya secara praktis.

.

Laman Berikutnya »

SQ Reformation Center