SQ Reformation Center

9. Apa Penyebab Dosa Manusia?

Dosa manusia diawali sejak Adam turun kedunia. Seperti telah dijelaskan didalam semua Kitab Suci, ketika Adam & Hawa masih berada di Firdaus maka Tuhan memberikan aturan bahwa semua buah ditaman tersebut boleh dimakan ‘kecuali’ buah Pohon Pengetahuan yang dilarang. Yang terjadi kemudian adalah justru Adam memakannya, oleh sebab itu dia diusir Tuhan dari Firdaus untuk turun kedunia karena tidak layak menjadi penghuni Firdaus.


Dari peristiwa ini bisa dikaji kenapa Adam diusir kebumi?, maka pastilah karena dia bersalah atau berdosa. Tetapi masalahnya dosa macam apa yang telah Adam perbuat dengan pelanggarannya tersebut?.
Setelah Adam memakan buah Pohon Pengetahuan tersebut maka dia menjadi ‘tahu’ atau ‘mengerti’ akan yang benar dan salah, dengan kata lain Akal atau IQ nya mulai bertumbuh. Kesimpulannya, penyebab dosa adalah Akal kita, seperti tersebut didalam Firman bahwa ‘orang pandai sukar masuk kerajaan sorga’. Sifat dari Akal tersebut adalah makin dilarang maka dia semakin ingin tahu, dan cenderung untuk ‘ngakali’ atau ‘merekayasa’ kebenaran. Maka dibutuhkan SQ yang cerdas untuk mampu mengendalikan IEQ kita, karena makin bertambah umur manusia pasti dosanya semakin besar sebab akalnyalah yang selalu diandalkan.
SQ Reformation akan mencerdaskan SQ yang mampu mengendalikan dan memberdayakan Akal kita.

.

6. Cara berpikir yang salah

Ini adalah kisah nyata. Ada seorang dokter spesialis merasakan akhir-akhir ini kondisi tubuhnya kurang sehat. Sebagai seorang profesional di bidang tersebut dia memutuskan untuk ‘mencari’ sumber penyakitnya ada di mana. Pergilah dia ke rumah sakit di luar negeri, tetapi tidak ditemukan kelainan apapun. Dokter tersebut masih kurang puas, kenapa penyakitnya tidak ada (?). Sehingga dia pindah ke rumah sakit lain yang mempunyai peralatan tercanggih untuk melakukan observasi total terhadap dirinya. Akhirnya ditemukan benjolan kecil terbungkus lemak di levernya, maka begitu puaslah dokter tersebut (?). Kemudian dengan penuh percaya ‘akal’ diri dia minta supaya bagian benjol levernya dipotong. Dan yang terjadi adalah, dokter tersebut meninggal tiga bulan kemudian.

Inilah cara berpikir yang kelihatannya benar tetapi sesungguhnya salah. Kesalahannya adalah dia berfokus pada ‘penyakit’ dan bukan ‘sehat’, sehingga terjadilah apa yang terus menerus dia pikirkan. Dia puas kalau penyakitnya ada (sakit) dan tidak puas kalau penyakitnya tidak ada (sehat), ini sungguh cara berpikir yang salah dan terbalik ! Penyakitnya makin parah karena setiap hari dia khawatir (zikir tentang hal negatif) sehingga tubuhnya memproduksi hormon negatif yang menurunkan kekebalan tubuhnya. Seharusnya dia bersyukur saat penyakitnya tidak ditemukan sehingga hormon positif terproduksi untuk menaikkan kekebalan tubuhnya yang mampu menyembuhkan benjolan dini tersebut.

SQ Reformation akan meluruskan cara berpikir IQ yang terbalik ini secara permanen.

5. Visi-Motivasi Iman

Potensi Iman ini sudah built-in terprogram didalam diri setiap manusia dan tepatnya didalam rohnya, tetapi potensi iman ini tidak dikenali dan dimanfaatkan oleh sebagian besar manusia sebab mereka tidak memahaminya. Bagai salah satu fitur di dalam HP (handphone) yang tidak pernah dioperasikan oleh pemakainya padahal fitur tersebut sangat bermanfaat dan penting bagi sipemakai, dan harga HP tersebut menjadi mahal oleh karena ada satu fitur tersebut didalamnya. Potensi Iman ini tidak tergali justru diakibatkan karena manusia selalu dan lebih mengandalkan potensi akalnya didalam menyelesaikan setiap permasalahan kehidupannya.
“Bila mengandalkan akal akan mendapatkan keuntungan sebesar kemampuan akal yang terbatas, bila mengandalkan Tuhan dengan Iman akan mendapatkan berkat sebesar Kuasa-Nya yang tidak terbatas”.
Masalahnya adalah : Bahwa kebenaran Logika Akal adalah merupakan kebodohan bagi Keyakinan Iman dan demikian sebaliknya, sehingga manusia jarang bisa menggali potensi Imannya karena bertentangan dengan logika akalnya.
Padahal potensi Iman ini sangat luar biasa dan seperti dijelaskan di dalam Kitab Suci bahwa banyak para Nabi dan Rasul yang memafaatkan potensi imannya sehingga menghasilkan karya yang luar biasa “supra rasio-emosional”. Seperti beberapa contoh : Nabi Musa membelah laut, Nabi Isa menyembuhkan orang buta dan lepra, Nabi Muhammad memenangkan perang yang tak seimbang.
Bentuk Iman ini berupa Visi yang supra-tinggi (supra rasio-emosional) dan Motivasi yang supra-konsisten sehingga mampu membawa kerinduan hasrat setiap manusia sampai terwujud nyata.
SQ Reformation akan membimbing bagaimana memberdayakan potensi Iman ini.

Kesaksian pribadi potensi Iman :

Saya menderita penyakit batuk bronchitis kronis selama 28 tahun dimana penyakit ini sembuh dan kambuh lagi dan semakin lama makin bertambah parah. Dengan mengandalkan potensi akal maka selama itu saya mencari jalan keluar melalui cara medis dengan melalui banyak dokter terbaik, laboratorium dengan terapi kusus tercanggih, dan obat-obatan terkini. Tetapi itu semua tanpa hasil dan bahkan obat antibiotik mutakhir dosis tunggal juga sudah tidak mempan lagi.
Setelah melalui “proses” reformasi kecerdasan spiritual dan potensi Iman saya mulai bertumbuh, maka pada suatu hari saya mendapat “rema pewahyuan” ketika mendengar kebenaran Firman dari seorang hamba Tuhan. Rema tersebut adalah : bahwa makan sayur dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Memang pernyataan tersebut kelihatan sangat biasa dan umum, tetapi bagi saya saat itu merupakan rema yang membentuk Iman yang sangat kuat bahwa inilah solusi pasti dari batuk saya !. Singkatnya, kemudian saya minum jus sayur mentah setiap hari dengan menikmatinya (banyak orang muntah meminumnya), dan penyakit batuk brinchitis saya sembuh secara permanen sampai sekarang tanpa obat dokter.
Perlu dipahami tentang prinsip Iman disini bahwa penyebab kesembuhan disini bukanlah sayur tersebut, sebab banyak orang makan sayur tetapi tidak menyembuhkan penyakitnya. Sayur tersebut hanya merupakan salah satu media dari Iman (bisa apapun bentuk medianya). Penyebab hakikinya adalah potensi Iman yang terbangkitkan oleh rema pewahyuan itulah yang punya kuasa penyembuhan, sebab Kuasa Tuhan tersalurkan olehnya.

SQ Reformation Center