SQ Reformation Center

14. Resiko Berbohong

Berbohong pasti sering kita lakukan setiap hari, dari yang besar, kecil, dan berbohong demi kebaikan !?. Kebohongan besar seperti manipulasi yang merugikan orang banyak jelas tidak benar dan merupakan kejahatan, tetapi bagaimana dengan kebohongan kecil tentang menyuruh anak bilang kita tidak ada dirumah ketika menerima telpon misalnya, juga berbohong demi kebaikan supaya orang lain tidak tersinggung dan sebagainya.

Kebohongan adalah tabiat Jaim-IQ yang lebih rendah dari Kepolosan tabiat Kepribadian-EQ dan tentu saja berlawanan dengan Kejujuran tabiat mulia Karakter-SQ. Tidak harus Polos dengan mengatakan semua apa adanya tetapi jangan Bohong!, sebab Kebohongan apapun dasar alasannya adalah tidak baik dan tidak benar serta sangat merugikan diri sendiri, kenapa ?.

Setiap kebohongan yang kita ucapkan akan membentuk simpul-simpul penyumbat didalam syaraf neuron penghubung Otak Neo Korteks IQ dengan Otak “God Spot” SQ (Lobus Temporal, Medula ?), sehingga akan menambah kesulitan untuk aktifnya Otak God Spot tersebut.

Dengan kata lain kebohongan akan membuat SQ kita sulit untuk dicerdaskan, Karakter dan Iman kita sulit bertumbuh, dan yang lebih parah adalah Kelimpahan Sejati sulit terlimpahkan kedalam hidup kita karena tidak ada lagi akses Kuasa Tuhan didalam diri kita.

Sebagai catatan, bahwa memang diperbolehkan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya demi kebaikan tetapi ini hanya bagi pribadi yang sudah cerdas SQ nya, dan sesungguhnya ini bukan merupakan kebohongan tetapi merupakan hikmat SQ demi tercapainya tujuan yang lebih mulia (untuk keselamatan jiwa seseorang dsb).

6. Cara berpikir yang salah

Ini adalah kisah nyata. Ada seorang dokter spesialis merasakan akhir-akhir ini kondisi tubuhnya kurang sehat. Sebagai seorang profesional di bidang tersebut dia memutuskan untuk ‘mencari’ sumber penyakitnya ada di mana. Pergilah dia ke rumah sakit di luar negeri, tetapi tidak ditemukan kelainan apapun. Dokter tersebut masih kurang puas, kenapa penyakitnya tidak ada (?). Sehingga dia pindah ke rumah sakit lain yang mempunyai peralatan tercanggih untuk melakukan observasi total terhadap dirinya. Akhirnya ditemukan benjolan kecil terbungkus lemak di levernya, maka begitu puaslah dokter tersebut (?). Kemudian dengan penuh percaya ‘akal’ diri dia minta supaya bagian benjol levernya dipotong. Dan yang terjadi adalah, dokter tersebut meninggal tiga bulan kemudian.

Inilah cara berpikir yang kelihatannya benar tetapi sesungguhnya salah. Kesalahannya adalah dia berfokus pada ‘penyakit’ dan bukan ‘sehat’, sehingga terjadilah apa yang terus menerus dia pikirkan. Dia puas kalau penyakitnya ada (sakit) dan tidak puas kalau penyakitnya tidak ada (sehat), ini sungguh cara berpikir yang salah dan terbalik ! Penyakitnya makin parah karena setiap hari dia khawatir (zikir tentang hal negatif) sehingga tubuhnya memproduksi hormon negatif yang menurunkan kekebalan tubuhnya. Seharusnya dia bersyukur saat penyakitnya tidak ditemukan sehingga hormon positif terproduksi untuk menaikkan kekebalan tubuhnya yang mampu menyembuhkan benjolan dini tersebut.

SQ Reformation akan meluruskan cara berpikir IQ yang terbalik ini secara permanen.

4. Karakter Genius Hakiki

Genius Hakiki adalah Pribadi Pilihan Tuhan. Pribadi ini berkarakter dewasa plus potensi Imannya sudah bertumbuh sehingga mempunyai Pikiran Pemenang yang sangat spesial yang lain dari cara berpikir manusia pada umumnya yaitu Pikiran Penyangkal yang hanya menyesali nasib dan Pikiran Pecundang yang hanya menerima nasib.
Pikiran Pemenang mampu mengubah keadaan dan tidak ada kata “tidak mungkin” baginya. Pribadi Genius Hakiki inilah yang dianugerahi kuasa didalam mengendalikan nasib dan takdir kehidupannya melalui proses penciptaan kelimpahan sejati.
Konsep “kebetulan” adalah salah menurut cara berpikir pemenang, sebab semua kejadian diseluruh jagat raya ini adalah atas pengetahuan dan desain Tuhan sejak awalnya, jadi bukan kebetulan. Artinya, nasib/takdir tersebut seharusnya bisa dikendalikan dari penyebab awalnya bagi pribadi Genius Hakiki.
SQ Reformation akan membentuk Pribadi Genius Hakiki ini.

Kesaksian pribadi Pikiran Pemenang :

Ini adalah salah satu contoh dari banyak kesaksian sederhana saya. Saat mau potong rambut dengan pemotong rambut langganan saya, setelah saya sampai disalon ternyata dia tidak masuk kerja karena pulang kampung hingga minggu depan. Kemudian saya memutuskan untuk kembali pulang kerumah sambil masih membawa hasrat potong rambut itu karena akan terlalu gerah kalau harus ditunda.
Di tengah perjalanan tiba-tiba ada hasrat untuk kembali lagi kesalon tersebut karena wajah sipemotong rambut itu tercitra begitu jelas dibenak pikiran saya. Sejenak akal saya mengatakan tidak mungkin !, dan juga saya malas untuk kembali lagi karena memang sudah jelas kalau dia tidak bekerja hari ini. Tetapi pikiran pemenang itu terus mendorong saya dengan sangat kuat sehingga saya mau membalikkan arah mobil saya.

Dan apa yang terjadi? Ternyata pemotong rambut itu sudah ada disana sedang bekerja !

SQ Reformation Center