SQ Reformation Center

22. Ketakutan dan Kemarahan

Ketakutan dan Kemarahan sebenarnya adalah satu paket, Ketakutan adalah penyebabnya dan Kemarahan adalah akibatnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa seorang yang Pemarah sebetulnya dia adalah sekaligus Penakut dan bukan Pemberani seperti tampak luarnya yang sebetulnya hanya untuk menutupi rasa takutnya saja. Keduanya termasuk didalam Tabiat Jaim dari Akal (IQ) kita sebagai Buah Jiwani Negatif yang merupakan cermin dari Buah Roh (SQ) yang belum dewasa.
Ketakutan berasal dari sikap dan cara pandang negatif (yaitu kegagalan) terhadap sesuatu yang belum atau akan terjadi dari masalah yang sedang dihadapinya, sehingga akibatnya Kemarahan-lah yang muncul yaitu dengan menyalahkan orang lain atau keadaan disekitarnya sebagai pelampiasan.

Ini adalah cermin dari tipisnya kadar Iman (percaya) kepada Kuasa Tuhan buy viagra online sehingga berakibat hilangnya percaya diri terhadap faktor penentu diluar kuasa dirinya.

Apa yang kita takutkan justru itulah yang akan terjadi dan datang kepada kita, sebab Ketakutan merupakan bentuk “pengulangan (zikir) sesuatu yang negatif”.

Firman Tuhan mengatakan bahwa ” Ketakutan merupakan Dosa, dan upah Dosa adalah Maut”. Ketakutan dan Kemarahan adalah merupakan kebocoran dari wadah kelimpahan kita.

Pertanyaannya adalah bagaimana menghilangkan Ketakutan dan Kemarahan ini?. Hanya satu caranya yaitu dengan menumbuhkan Buah Roh yaitu Damai dan Sabar (dalam tekanan) yang akan mematikan tabiat negatif tersebut. SQ Reformation akan memandu dan memberdayakannya.

15. Seberapa Besar Percaya Kita Kepada Tuhan ?

Sebagian besar kita pasti mengaku percaya kepada Tuhan sesuai dengan ajaran agama kita masing-masing. Tetapi didalam kenyataan dan prakteknya tidak mudah untuk melakukan dan membuktikannya didalam kehidupan kita. Sebagai contohnya kita percaya bahwa Tuhan Maha Pelindung, tetapi kita masih sering takut dan khawatir dalam menghadapi kehidupan ini. Pada malam hari sebelum tidur kita sering gelisah dan khawatir tentang pekerjaan dikantor besok hari, tentang tagihan-tagihan keuangan, tentang pergaulan anak remaja kita, tentang ujian sekolah, dan masih banyak lagi.
Pada intinya yang kita takutkan adalah tentang hal atau kejadian “yang akan terjadi” diwaktu yang akan datang, baik segera ataupun dengan jangka waktu. Hal ini menunjukkan kurangnya kadar percaya kita kepada Tuhan, bahwa Dia Yang Maha Pelindung ini sanggup untuk melindungi dan membentengi kita dari serangan masalah apapun yang akan kita hadapi.
Hal “percaya” ini merupakan inti dari pengajaran SQ Reformation, karena dengan “percaya” maka terwujudlah apa yang kita hasratkan. Seperti tersebut didalam Firman Tuhan : “Terjadilah menurut Iman-Percaya mu” (bukan menurut pikiranmu !).

Hal “percaya” ini tidak mudah dan tidak bisa diusahakan secara manusiawi dengan akal kita, memang pengertian logika bisa membantu mengatasi sementara tetapi tidak bisa secara permanen. Artinya ketakutan kita akan timbul kembali bila menghadapi masalah yang sama ataupun masalah yang berbeda.

Sebab hal “percaya” ini merupakan karakter atau buah roh yang terprogram didalam dimensi spiritualitas kita, dan hanya potensi SQ yang mampu memahami hal-hal yang akan datang seperti layaknya sebuah radar.
SQ Reformation akan menumbuhkan karakter percaya ini seiring dengan potensi Iman.

1. Seberapa besar peran Tuhan dalam kehidupan kita?

Kalau dengan jujur kita harus mengakui untuk menjawab pertanyaan diatas, yaitu seberapa besar sesungguhnya peran Tuhan “Yang Maha Kuasa” ini didalam kinerja kehidupan nyata kita ?. Atau dengan kata lain seberapa besar peran Kuasa Tuhan didalam menentukan kelimpahan kehidupan kita termasuk kelimpahan materi (harta) dibanding dengan usaha manusiawi kita ?.

Inilah dilema terbesar bagi semua pribadi yang mengaku percaya kepada Tuhan-Nya, apabila peran tersebut kecil maka berarti tuhan yang dipercayainya tidak punya kuasa, dan sebaliknya bila perannya besar maka buy Viagra 100mg online dia mempercayai Tuhan Yang Maha Kuasa.

Besarnya peran tangan Tuhan didalam kehidupan setiap pribadi akan menunjukkan Tingkat Kecerdasan Spiritual seseorang, yang selanjutnya akan kita jelaskan Definisi dan Perannya nanti.

Kesaksian pribadi :

Saya sendiri secara pribadi dengan jujur memberinya angka tidak lebih dari 1-10 % bagi peran Tuhan didalam kehidupan saya sebelum saya “diubah dan diperbarui” atau SQ saya “direformasi” oleh Tuhan. Tetapi setelah kecerdasan spirtual saya makin bertumbuh maka dengan pengalaman, pemahaman, dan kesadaran penuh saya berani mengatakan bahwa segala keberhasilan atas nasib dan takdir saya adalah semata-mata atau 90 – 99 % oleh karena Kuasa dan Kasih Karunia Tuhan yang berkarya melalu potensi kecerdasan spiritualitas saya. Potensi Akal dan Perasaan saya tetap masih bekerja dan bahkan kinerjanya semakin tinggi setelah potensi Spiritual saya aktif, tetapi pada akhirnya yang menentukan hasil akhirnya adalah Kecerdasan Spiritual.

expired domains

SQ Reformation Center