SQ Reformation Center

24. Dunia ini Panggung Sandiwara

Dalam Sinetron, semua pemainnya berakting sangat serius, baik sebagai pemeran utama ataupun peran antagonis sekalipun. Tetapi anehnya diluar panggung, diantara mereka tidak ada yang saling benci atau sakit hati terhadap lawan mainnya, walau tadinya dipukul atau dimarahi. Kenapa? Sebab mereka tahu bahwa ada tujuan yang lebih penting, yaitu Memperkenan Sutradara untuk dapat imbalan honor yang lebih besar.
Dunia ini juga Panggung Sandiwara, Tuhanlah Sutradara Agung Kehidupan ini dan kita semua manusia adalah pemainnya. Selama kehidupan didunia ini kita juga sedang berperan, ada yang bahagia atau menderita, sedang diberkati atau menerima musibah. Tetapi sebagian besar manusia lupa bahwa sesungguhnya mereka itu sedang main sandiwara kehidupan, akibatnya mereka terhanyut terus oleh perannya. Yang berperan terkena musibah akan terus meratapi nasibnya dan putus asa, yang berperan dapat rejeki terus lupa daratan dan akhirnya berbuat dosa.Dimana letak kesalahannya?. Tidak Cerdas SQ!!. .
Mereka lupa akan tujuan utama kehidupan, yaitu memperkenan Tuhan sebagai Sutradara Agung. Mereka hanya berfokus pada manusia lawan mainnya, karena Pamrih. Jadi, mereka tidak tulus berperan sesuai scenario Tuhan, melainkan mengikuti kemauannya sendiri-sendiri. Maka tidak heran, jika banyak manusia tidak mendapatkan berkat Tuhan yaitu kehidupan Berkelimpahan Sejati.
Diperlukan Cerdas SQ, untuk memahami scenario Tuhan didalam kehidupan setiap kita.
Budi Yuwono, SQ Reformation Center.

 

 

18. Apa Yang Kita Cari : Ikan – Kail – Sumber ?

Semua aktifitas manusia didunia ini apapun bentuknya hampir bisa dipastikan tertuju kepada satu muara yaitu pencarian “Uang”. Seperti kata pepatah : Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan Uang.
Tetapi pada kenyataannya, orang yang kekurangan uang tidak akan selesai masalahnya kalau kita bantu hanya dengan uang, karena “ikan” yang kita berikan akan habis dimakan dan mereka tidak bisa mencarinya sendiri.
Maka timbul pepatah lagi : Jangan kasih ikannya tetapi beri kailnya !. Artinya bantu mereka dengan diberi pekerjaan atau ladang usaha. Tetapi ini belum cukup !. Karena banyak orang memancing seharian tetapi tidak mendapat ikan satupun, artinya banyak manusia yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi hidupnya tidak berkelimpahan.

Kenapa hal itu bisa terjadi ?.
Bagai memancing diselokan dengan kail yang canggih. Inilah akibat dari ketidak cerdasan dalam memancing ikan, bukan kailnya yang salah tetapi kita tidak tahu “sumber” nya yaitu lubuk dimana ikan itu berkumpul. Inilah kuncinya !.
Pengetahuan untuk mencari uang membutuhkan Kecerdasan IQ, mencari sarana atau alat (kail, bubu, jala, atau apa saja) sebagai bidang usaha memerlukan Kecerdasan EQ, tetapi mengetahui sumbernya yang sangat menentukan hasilnya berlimpah atau tidak memerlukan Kecerdasan SQ.

Seperti terkisah dalam kitab suci, bahwa salah satu murid nabi Isa yaitu Petrus yang nelayan ahli suatu hari tidak mendapat ikan satupun setelah menjala dengan perahunya semalam suntuk didanau Galilea. Pagi harinya nabi Isa menasehatinya (dengan petunjuk Tuhan) untuk menebarkan jalanya lagi ketempat yang lebih dalam. Untungnya Petrus menurut walau sudah frustasi, dan ternyata dia berhasil menjala banyak sekali ikan hingga perahunya hampir tenggelam.

Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui dimana tempat rezeki yang berlimpah untuk ditunjukkan kepada hamba-Nya yang berkenan, yaitu yang cerdas SQ-nya.

16. “Telmi” dan “Telsi” (Prinsip Takdir)

Kita semua pasti pernah mengalami apa yang disebut dengan istilah Telmi “telat mikir” ini, yaitu suatu kondisi dimana Akal-IQ kita terlambat menangkap informasi (dari manusia) yang datang melalui panca indra. Seperti yang sering terjadi ketika sedang dalam percakapan dengan orang lain dalam kelompok, tiba-tiba kita kehilangan topik pembicaraan dan mereka semua menertawai  dan menegur kita : Kamu Telmi sih !.

Disamping Telmi saya punya istilah baru yaitu Telsi “telat spiritual”, ini terjadi apabila Spiritual-SQ kita terlambat menangkap informasi (dari Tuhan) melalui perangkat Iman. Sementara waktu (bisa pendek atau panjang) kita tidak bisa menyadarinya karena tidak ada tanda dari teguran manusia lainnya secara langsung. Sampai akhirnya keterlambatan informasi spiritual tersebut terwujud menjadi kenyataan, yaitu nasib dan takdir buruk (atau baik) kita.

Akibat Telmi mungkin hanya ditertawai orang, tetapi Telsi berdampak sangat fatal didalam kehidupan yang dialami oleh sebagian besar manusia sebagai akibat dari SQ rendah. Seperti terjadinya penyakit tak tersembuhkan, keretakan hubungan tak terpulihkan, kebangkrutan finansial tak teratasi, lamaran pekerjaan tak diterima, jodoh tak kunjung datang, dan masih banyak nasib buruk lainnya.

Seperti terkisah didalam Kitab Suci bahwa sebelum Adam memakan buah pohon pengetahuan yang terlarang ; Tuhan Berfirman : “Pada hari engkau memakannya maka engkau pasti mati !”. Dalam hal ini Tuhan bicara melalui SQ Adam bahwa hari itu juga dia akan mati ketika memakannya. Tetapi kenapa dalam kenyataannya, setelah makan buah tersebut Adam masih hidup terus dan baru mati setelah 930 tahun kemudian ?. Inilah prinsip takdir (kepastian) yang sudah ditetapkan secara dini 930 tahun sebelumnya dan hanya SQ yang mampu memahaminya. Sebab apabila Adam tidak makan buah pohon terlarang tersebut maka dia akan hidup langgeng di Firdaus dan tidak akan pernah mati.

Ilustrasi ini mengajar kita bahwa kepekaan potensi Manusiawi-IEQ sangatlah rendah dibanding kepekaan potensi Ilahi-SQ, sebab sesungguhnya Tuhan selalu “berbicara” kepada setiap manusia dengan memberikan informasi dini yang sangat penting tetapi jarang manusia mampu memahaminya. Akibatnya, manusia jarang bisa mengendalikan nasib dan takdirnya.

13. Kerendahan Hati Pintu Gerbang Kelimpahan

Kerendahan hati adalah salah satu dari dua puluh sembilan karakter spesifik bagian dari Tabiat Karakter SQ (disamping 29 Tabiat Kepribadian EQ dan 29 Tabiat Jaim IQ). Ini adalah karakter penting pertama yang harus dipunyai sebagai pintu gerbang pembuka karakter lainnya, pembuka dalam belajar dan menguasai segala sesuatu, dan akhirnya pembuka pintu gerbang kelimpahan kita.
Kerendahan hati adalah strategi yang paling ampuh untuk maju, bagaikan tentara yang merendahkan tubuhnya untuk tiarap menghindari tembakan musuh sambil terus maju. Makin rendah posisi tubuhnya maka makin aman dan makin cepat bisa melaju, bayangkan kalau sambil berdiri (kesombongan atau tinggi hati) tentara itu maju maka akan dengan mudah menjadi sasaran peluru musuh.
Karakter ‘rendah hati’ pada dimensi SQ ini memancar dari Otak God Spot manusia dengan energi yang sangat tinggi sehingga mampu mengubah Kepribadian ‘rendah diri’ dimensi EQ serta mematikan Jaim ‘kesombongan’ dimensi IQ. Potensi energi dan frekwensi gelombang kerendahan hati inilah yang mampu menembus dan membuka gerbang sorgawi untuk mengakses kelimpahan sejati.
Kerendahan hati adalah sikap memandang hal dan orang lain tidak lebih rendah dari dirinya. Memandang kepada yang lebih miskin, lebih rendah kedudukannya, lebih rendah pendidikannya, lebih muda, tidak merasa ‘sudah tahu’ dalam mempelajari sesuatu, tidak menganggap sepele kepada hal yang sekecil dan sesederhana apapun.
Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi pun dengan kerendahan hati-Nya sudi untuk turun kedunia ini melalui Firman-Nya untuk menyapa dan menyelamatkan manusia yang paling rendah yaitu orang berdosa, maka kenapa kebanyakan kita tidak demikian ?. Pribadi rendah hati inilah yang memperkenan Tuhan untuk mendapatkan kunci pembuka sumber berkat kelimpahan-Nya.
Karakter rendah hati yang permanen dan konsisten sangat sulit atau bahkan tidak bisa diusahakan dengan kemampuan manusiawi. SQ Reformation akan memandu pemahaman dan penerapannya secara praktis.

.

10. Evaluasi Kedewasaan Karakter

Karakter sebagai bagian utama dan terpenting dari sistem akhlak manusia adalah tabiat yang terpogram didalam spiritual atau otak “god spot”. Kedewasaan Karakter yang menjadi target kinerja dari SQ Reformation ini merupakan “wadah” bagi tumbuhnya Visi-Motivasi Iman seseorang, sehingga kadar Iman sangat ditentukan oleh ukuran wadahnya yaitu kedewasaan karakter. best hotels . Dengan demikian sangat mudah untuk mengetahui kadar Iman seseorang siapapun dia, yaitu lihat karakternya!.
Masalahnya, karakter ini tidak terlihat pada saat kondisi normal seseorang, tetapi baru muncul kepermukaan pada saat ada masalah (terutama masalah yang menyangkut uang !).

Siapa yang paling tahu dan bagaimana online casino dgfev mengevaluasi karakter ?.

Pertama tentu Tuhan yang paling tahu karakter kita, kedua adalah diri kita sendiri, ketiga adalah orang terdekat dan lebih “rendah”  (suami/istrinya, anaknya, pembantunya, sopirnya, anak buahnya, muridnya). Maka tanyalah kepada mereka itu kalau mau tahu karakter seseorang, jangan tanya kepada otoritas diatasnya (bosnya dll) sebab yang terlihat hanya Tabiat Jaim atau topeng-nya.
Karakter juga bisa dilihat dari bagaimana seseorang memandang orang lain : seperti ketika “satu” jari telunjuk menunjuk orang lain maka bersamaan dengan itu ada “tiga” jari yaitu tengah/manis/kelingking yang mengarah kepada diri sendiri. Artinya kalau kita mengevaluasi orang lain jelek maka sesungguhnya diri kita tiga kali lebih buruk darinya, dan demikian sebaliknya.

Kenapa Karakter ini sangat diutamakan didalam SQ Reformation ini ?.

Kedewasaan Karakter ini menentukan besarnya “wadah kelimpahan” seseorang, dan karakter ini langgeng bersama roh manusia ketika meninggal yang merupakan tolok ukur kelayakan untuk memasuki kerajaan sorga nanti.

Laman Berikutnya »

SQ Reformation Center