SQ Reformation Center

18. Apa Yang Kita Cari : Ikan – Kail – Sumber ?

Semua aktifitas manusia didunia ini apapun bentuknya hampir bisa dipastikan tertuju kepada satu muara yaitu pencarian “Uang”. Seperti kata pepatah : Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan Uang.
Tetapi pada kenyataannya, orang yang kekurangan uang tidak akan selesai masalahnya kalau kita bantu hanya dengan uang, karena “ikan” yang kita berikan akan habis dimakan dan mereka tidak bisa mencarinya sendiri.
Maka timbul pepatah lagi : Jangan kasih ikannya tetapi beri kailnya !. Artinya bantu mereka dengan diberi pekerjaan atau ladang usaha. Tetapi ini belum cukup !. Karena banyak orang memancing seharian tetapi tidak mendapat ikan satupun, artinya banyak manusia yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi hidupnya tidak berkelimpahan.

Kenapa hal itu bisa terjadi ?.
Bagai memancing diselokan dengan kail yang canggih. Inilah akibat dari ketidak cerdasan dalam memancing ikan, bukan kailnya yang salah tetapi kita tidak tahu “sumber” nya yaitu lubuk dimana ikan itu berkumpul. Inilah kuncinya !.
Pengetahuan untuk mencari uang membutuhkan Kecerdasan IQ, mencari sarana atau alat (kail, bubu, jala, atau apa saja) sebagai bidang usaha memerlukan Kecerdasan EQ, tetapi mengetahui sumbernya yang sangat menentukan hasilnya berlimpah atau tidak memerlukan Kecerdasan SQ.

Seperti terkisah dalam kitab suci, bahwa salah satu murid nabi Isa yaitu Petrus yang nelayan ahli suatu hari tidak mendapat ikan satupun setelah menjala dengan perahunya semalam suntuk didanau Galilea. Pagi harinya nabi Isa menasehatinya (dengan petunjuk Tuhan) untuk menebarkan jalanya lagi ketempat yang lebih dalam. Untungnya Petrus menurut walau sudah frustasi, dan ternyata dia berhasil menjala banyak sekali ikan hingga perahunya hampir tenggelam.

Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui dimana tempat rezeki yang berlimpah untuk ditunjukkan kepada hamba-Nya yang berkenan, yaitu yang cerdas SQ-nya.

13. Kerendahan Hati Pintu Gerbang Kelimpahan

Kerendahan hati adalah salah satu dari dua puluh sembilan karakter spesifik bagian dari Tabiat Karakter SQ (disamping 29 Tabiat Kepribadian EQ dan 29 Tabiat Jaim IQ). Ini adalah karakter penting pertama yang harus dipunyai sebagai pintu gerbang pembuka karakter lainnya, pembuka dalam belajar dan menguasai segala sesuatu, dan akhirnya pembuka pintu gerbang kelimpahan kita.
Kerendahan hati adalah strategi yang paling ampuh untuk maju, bagaikan tentara yang merendahkan tubuhnya untuk tiarap menghindari tembakan musuh sambil terus maju. Makin rendah posisi tubuhnya maka makin aman dan makin cepat bisa melaju, bayangkan kalau sambil berdiri (kesombongan atau tinggi hati) tentara itu maju maka akan dengan mudah menjadi sasaran peluru musuh.
Karakter ‘rendah hati’ pada dimensi SQ ini memancar dari Otak God Spot manusia dengan energi yang sangat tinggi sehingga mampu mengubah Kepribadian ‘rendah diri’ dimensi EQ serta mematikan Jaim ‘kesombongan’ dimensi IQ. Potensi energi dan frekwensi gelombang kerendahan hati inilah yang mampu menembus dan membuka gerbang sorgawi untuk mengakses kelimpahan sejati.
Kerendahan hati adalah sikap memandang hal dan orang lain tidak lebih rendah dari dirinya. Memandang kepada yang lebih miskin, lebih rendah kedudukannya, lebih rendah pendidikannya, lebih muda, tidak merasa ‘sudah tahu’ dalam mempelajari sesuatu, tidak menganggap sepele kepada hal yang sekecil dan sesederhana apapun.
Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi pun dengan kerendahan hati-Nya sudi untuk turun kedunia ini melalui Firman-Nya untuk menyapa dan menyelamatkan manusia yang paling rendah yaitu orang berdosa, maka kenapa kebanyakan kita tidak demikian ?. Pribadi rendah hati inilah yang memperkenan Tuhan untuk mendapatkan kunci pembuka sumber berkat kelimpahan-Nya.
Karakter rendah hati yang permanen dan konsisten sangat sulit atau bahkan tidak bisa diusahakan dengan kemampuan manusiawi. SQ Reformation akan memandu pemahaman dan penerapannya secara praktis.

.

SQ Reformation Center