SQ Reformation Center

Testimonials

Niat Menentukan Takdir

darul1Alhamdulillah setelah ikut belajar SQ Reformation dengan pak Budi Yuwono, perasaan lebih tenang dan lebih sabar dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Yang lebih penting lagi,  saya dapat meluruskan niat dalam segala perbuatan karena salah satu pelajaran dari pak Budi yang selalu saya ingat berbunyi : Niat menentukan takdir. Dengan demikian, saya makin yakin dengan keputusan-keputusan yang saya tempuh dan langkah-langkah yang saya ambil.

Darul Mahbar, entrepreneur, Jakarta Barat

__________________________

Mencicil Pertaubatan

budi-setiawanHidup ini adalah perjalanan, pasti memiliki tujuan. Sadar ataupun tidak sadar saya telah menetapkan tujuan hidup saya. Terimakasih ya Allah, atas segala rahmat & hidayahMU sehingga saat ini aku sampai disini. Di sini aku mengenal apa itu kecerdasan spiritual melalui silahturahmi saya dengan pak Budi Yuwono. Di sini aku mengenal diriku, sedikit demi sedikit.  Mencicil pertaubatan. Tujuan hidupku samar-samar makin jelas nampak di depan sana : menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Cicilan pertaubatan saya baru sedikit, tetapi tetap saya coba mulai. Misalnya tersenyum dan menatap mata ibu dan bapak petugas parkir lalu berterimakasih. Atau berterimakasih dan sedikit membungkukan badan saat memberi sumbangan kepada petugas pengumpul sumbangan.

Demikian pula ketika menggendong Arfan, anak pertama saya setiap bangun pagi sejak, sejak lahir hingga umur 11,5 bulan. “Hari ini hari yang indah ya. Subhanallah. Terimakasih ya Allah.” ¬†Memang itu belum setiap hari, tapi setiap kali saya ucapkan, setiap kali pula hari itu menjadi lebih indah.

Terus apa yang terjadi kemudian, apa yang saya rasakan? Godaan & rintangan banyak sekali, tapi ajaibnya saya sadar itu salah & saya minta maaf, Astagfirullah. Menyesakan dada memang tapi jalani saja, tunduk & patuh. Kemudian, sedikit demi sedikit saya bisa memahami apa arti dibalik kesedihan & kegembiraan, kerugian & keberuntungan. Sesungguhnya semua itu atas seijinNYA, lalu kenapa kita tidak bersyukur atas semua yang sudah kita dapat, apapun, keberuntungan maupun kerugian.

Kemarin malam saya dampingi istri saya yang sedang diopname sejak 2 hari lalu. Ketika suster memberikan obat berupa cairan ke dalam urat nadi istri saya, wajahnya menyiratkan sakit yang luar biasa. Apa yang saya lihat, saya yakin istri saya juga melihatnya, adalah sebuah ladang yang sangat subur sekali di hadapan istri saya. Benih-benih kesabaran ada didalam setiap diri manusia. Sakit yang dirasakan istri saya adalah ladang yang sangat subur sekali untuk ditebarkan benih-benih kesabaran yang akan berbuah manis sekali. Manisnya sulit diceritakan dengan kata-kata, suka cita luar biasa. Saya yakin pengalaman & pemahaman ini karena ijinNYA saya bisa mengenal kecerdasan spiritual. Life is beautiful. Subhanallah.

Budi Setiawan, Kelapa Dua, Jakarta Barat

__________________________

Hal Baik Akan Datang Kalau Beriman

imam-wijayanto2Banyak pengalaman hidup yg saya jalani penuh dengan keajaiban. Saya merasa bahwa perjalanan hidup saya banyak mengalami masalah-masalah yang harus saya hadapi dan sampai sekarang pun tidak akan pernah berhenti. Saya seperti dituntun ketika bertemu dengan Pak Budi Yuwono. Karena sebelum bertemu beliau saya juga banyak membaca buku untuk mengembangkan pribadi saya, mulai buku Robert Kiyosaki, The Secret, Quantum Ikhlas, Kubik Leadership dan sekarang saya diberi kesempatan untuk belajar SQ Reformation oleh orang yang mengalaminya sendiri. Suatu kesempatan yang sangat penting bagi perjalanan hidup saya.

Hampir semua ilmu yang saya dapat langsung saya praktekan dalam kehidupan. Saya berusaha menjadi orang yang benar, walaupun itu bukan hal yang mudah. Karena kita terbiasa untuk merekayasa segala sesuatunya untuk keuntungan kita sendiri. Tapi saya mencoba untuk berani melakukan hal yg benar. Di masa saya belajar SQ Reformation beberapa ujian langsung menghampiri saya. Dalam hal bisnis, dua usaha saya yang sudah sangat bagus mengalami ujian yaitu tidak boleh memperpanjang kontraknya. Jadi saya terpaksa harus memindahkan kedua usaha saya tersebut ke tempat baru. Ini bukan hal yang mudah karena saya sudah tidak bekerja lagi dan ini adalah sumber penghasilan saya selama ini.

Sempat terbersit untuk bekerja kembali karena keraguan bahwa tempat baru akan mengurangi omset usaha saya. Tetapi saya mempraktekan ilmu yang saya dapat di SQ Reformation bahwa kita harus hidup dalam Iman. Kuncinya adalah percaya akan hal-hal yang baik akan datang kepada kita kalau kita beriman. Sesudah sholat selalu saya mengadu kepada Tuhan akan keraguan yang saya alami, dan minta ampun akan hal tersebut. Dan hasilnya membuat saya tenang kembali dan seperti di berikan penglihatan bahwa hidup saya akan baik-baik saja.

Sekarang setelah 4 bulan berjalan usaha saya sekarang memiliki omset yang menyamai tempat yang lama dan malah kadang melebihi tempat yang lama. Sedangkan usaha saya yang satu lagi sudah mulai menanjak jumlah pengunjungnya dan beberapa orang berkeinginan untuk membuka cabang di kota mereka. Menurut saya ini merupakan jawaban dari doa-doa saya dan juga hasil dari berserah diri kepada Allah SWT . Karena saya tak akan bisa apa-apa tanpa bantuanNYA.

Imam Wijayanto, Enterpreneur, Jakarta

__________________________

Hati Terasa Damai Meski Sedang Menghadapi Masalah

riana-chaidir2Sebagai seorang single parent dengan 2 anak yang sudah remaja dan kondisi ekonomi pas-pasan, saya jadi gampang mengeluh, mudah marah, dan sering stress bila menghadapi masalah. Saya juga sulit memaafkan orang yang telah menyakiti hati saya. Pertengahan 2009 lalu, tepatnya 11 Juli 2009 saya diajak seorang teman berkunjung ke rumah Pak Budi Yuwono, seorang guru SQ Reformasi yang super baik. Tiap Sabtu malam ia meluangkan waktu untuk berbagi ilmu SQ kepada kami. Membimbing kami menjadi insan yang baik menuju hidup yang hakiki.

Kali pertama hadir di rumah pak Budi, saya sudah mulai bertaubat esok harinya. Saya memohon ampun kepada Tuhan agar bisa memaafkan orang-orang yang sudah menyakiti hati saya. Selepas itu, hati saya menjadi lega dan damai tanpa rasa sakit hati lagi. Hari demi hari saya mulai bisa sabar dan ikhlas berserah kepada Tuhan jika ada masalah. Tetapi, seiring dengan itu, cobaan dan masalah juga hadir pada diri saya. Kata pak Budi, itulah ujian untuk menjadi pribadi yang lebih baik yang berkarakter super sesuai ajaran SQ Reformasi.

Hal yang luar biasa adalah ketika meminta maaf kepada ibu saya yang selama 20 tahun lebih saya sakiti karena mengabaikan nasihatnya untuk tidak menikahi pria yang menurutnya kurang bertanggung jawab. Benar apa yang dikatakan ibu. Setelah kami menikah, mulai tampak perlakukan tidak baik dari mantan suami saya itu. Sikapnya kasar. Saya pun memilih jalan berpisah demi kebaikan pertumbuhan anak-anak saya. Segera setelah meminta maaf kepada ibu, saya merasa sangat damai. Saya bahkan merasa lebih diperhatikan oleh ibu. Putri saya pun kini merasakan imbas dari perubahan ini.

Sungguh luar biasa. Kasih seorang ibunda sungguh tak terkira. Benar apa yang diajarkan Pak Budi, ketika memohon kepada Tuhan, maka jawaban akan diberikan dalam rentang waktu Tuhan bukan waktu sesuai kehendak kita. Doa pasti dikabulkan tetapi kapan waktunya adalah urusan Tuhan. Ia bisa datang tepat waktu atau justru pada saat-saat terakhir.

Setelah mengikuti kelas SQ Reformasi pak Budi Yuwono, saya bisa merasakan karakter-karakter buruk mulai pudar dan diganti dengan karakter baik. Hati pun terasa damai, penuh sukacita meski tengah menghadapi masalah. Perubahan ini juga dirasakan lingkungan saya. Banyak teman yang mulai berkonsultasi kepada tentang masalah mereka. Terima kasih Pak Budi yang dengan tulus ikhlas telah mengajari kami. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan Bapak. Amin.

Do The Best To Server Others

Riana Chaidir, Travel Consultant & Insurance Consultant, Jakarta

__________________________

Yakin Seperti Pelajar yang Akan Lulus Ujian

jiranSesungguhnya setelah (bersama) kesulitan itu ada kemudahan (QS.94:6). Firman ini menguatkan saya untuk terus berjalan dan berusaha bangkit dalam keterpurukan 3 tahun terakhir. Terputus hubungan silaturahmi selama beberapa tahun dengan keluarga bukanlah hal yang saya inginkan. Juga masalah finansial yang membebani saya, sisa dari pelajaran usaha 3 tahun lalu, mengharuskan saya berupaya dan bekerja ekstra keras (secara akal dan phisik) untuk menutupi semua tanggungan tersebut. Tetapi semakin saya forsir, hasilnya justru semakin jauh dari harapan.

Tanggal 3 April 2009 adalah awal perkenalan saya dengan Pak Budi Yuwono. Saat itu juga saya mulai mengenal SQ Reformation. Sepulangnya bertemu pak Budi, timbul dorongan kuat dalam diri saya untuk melakukan perjalanan paling jauh dalam kehidupan ini : perjalanan ke dalam diri. Melalui pertobatan, pemrograman ruh dengan kebenaran firman, menempatkan Tuhan berada dalam prioritas pertama dalam pengambilan keputusan lewat konfirmasi dan memohon perkenanan-Nya, perlahan tapi pasti rasa damai dan sukacita tumbuh dalam diri saya. Ego yang sangat besar yang telah memisahkan saya dengan keluarga dan sulitnya memaafkan masa lalu mencair begitu saja. Dorongan kuat dalam diri untuk mengampuni dan pulang dengan hati ridho apapun reaksi yang bakal timbul dari keluarga, mendapatkan balasan hikmah besar dari Tuhan.

Jika sebelumnya energi saya diforsir untuk menutupi tanggungan beban finansial saya, maka setelah fase ini, saya bisa mulai belajar menerapkan hal yang disebut berserah diri, menerima kekurangan dan kelemahan, melepaskan keterikatan, dan memutuskan memikul beban saya bersama Tuhan. Sekarang beban itu terasa lebih ringan. Saya pun menjadi lebih optimistis layaknya pelajar yang yakin akan lulus ujian. Ada damai dan sukacita dalam menjalaninya.

Sekarang kondisi finansial saya berangsur membaik, pun hubungan silaturahmi saya dengan keluarga. Kuasa dan perkenanan Tuhan sematalah yang mampu membalikan keadaan saya dulu menjadi seperti saat ini.

Jiran Mujiran , Kebon Jeruk – Jakarta Barat

__________________________

Anak Mau Sholat Tanpa Dipukul

Bismillahirrohmanirrohiim. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

rudi-saprudinAlhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Saya bersyukur bisa mengenal Bapak Budi Yuwono di kelas SQ Reformation. Walaupun tidak mengikuti kelas dari awal tapi saya dapat merasakan ada “sesuatu” yang berbeda ketika memahami keberadaan Tuhan.

Pertama kali mengikuti kelas SQ Reformation, hal yang paling saya ingat adalah pernyataan Pak Budi bahwa kita bukanlah Tuhan yang punya kehendak mengatur siapapun termasuk terhadap anak dan istri kita. Kita adalah manusia yang menjadi wakil Tuhan untuk melakukan tugas mulia di dunia. Saya akui saya sering secara kasar memaksa anak saya yang berusia 8 tahun untuk melaksanakan sholat. Tidak jarang saya memberikan pukulan atau cubitan yang menimbulkan bekas. Dengan cara itu, anak saya langsung melakukan sholat, bahkan ketakutan bertemu jika dirinya belum sholat. Hal ini terus berlangsung sampai saya ikut kelas SQ Reformation.

Dari kelas ini, saya sadar apa yang saya lakukan terhadap anak sudah melebihi batas kewajaran. Bisa dikatakan saya mensejajarkan diri dengan Tuhan sebab anak kami baru mau sholat jika ada kami. Sekarang berkat kesadaran yang kuat, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan dan berdoa kepada Tuhan agar apa yang kami inginkan sesuai dengan keinginan Tuhan. Sekarang tugas kami hanya mengingatkan saja kepada anak agar jangan lupa untuk menunaikan sholat. Benarlah adanya, berkat menerapkan ilmu dari kelas SQ, kami tidak lagi bertindak kasar kepada anak agar bersedia sholat. Sekarang anak kami benar-benar mau sholat berdasarkan kehendak Tuhan. Amin.

Rudi Saprudin, Jakarta Barat

__________________________

Dahulukan Kasih Maka Tuhan Akan Mengabulkan Hasrat Kita

rinaSaya adalah adik kandung Mas Budi Yuwono yang tinggal di didaerah, sesekali saya mengikuti kelas SQ dirumah kakak saya tersebut ketika saya berkunjung ke Jakarta. Dari situ saya bisa merasakan pentingnya penerapan SQ untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan serta kedekatan saya kepada Tuhan, karena saya tinggal sendirian didaerah setelah ibu dan suami saya meninggal.

Pada bulan April 2009 yang lalu, anak perempuan saya yang kedua sedang menghadapi Ujian Nasional SMU selama lima hari. Pada saat sedang belajar pada malam pertama ujian, tiba tiba ayahnya (suami saya) menderita kesakitan yang sangat karena tidak bisa buang air seni. Setelah obat dokter tidak bisa menolongnya juga, maka anak saya tersebut memutuskan untuk meninggalkan kepentingannya sendiri yaitu belajarnya dan dengan penuh kasih mengantar ayahnya ke UGD Rumah Sakit Umum untuk dikateter yang memakan waktu hingga jam 2 pagi. Demikian seterusnya selama lima hari berturut-turut anak saya selalu dengan penuh kasih merawat ayahnya sambil belajar menghadapi ujian.

Rupanya Tuhan melihat pancaran kasih yang tulus dari anak saya tersebut, sehingga Dia mengabulkan hasrat anak saya tersebut untuk lulus ujian nasional SMU tersebut dengan nilai yang baik. Dan pada akhirnya anak saya tersebut berhasil diterima di Fakultas Psikologi Unair-Surabaya pilihannya setelah gagal ditiga universitas sebelumnya . Hal ini terjadi setelah saya mempraktekkan potensi SQ yang sudah saya pelajari tersebut kepada anak saya untuk berserah diri dan mohon belas kasih Tuhan serta mengikhlaskan kalau dengan seizin-Nya memang harus gagal dan mengulangnya ditahun depan.

Dian Astuti, Tulungagung-Jawa Timur


__________________________

Belajar Tunduk Kepada Orang Tua dan Keadaan Baru Mengerti Tuhan

annie_kiswariSaya adalah anak tertua dari empat bersaudara yang dididik oleh bapak saya secara keras dan disiplin tetapi didampingi oleh ibu saya yang sangat bijaksana. Sebagai anak tertua saya sudah terbiasa dengan tanggung jawab yang dibebankan kepada saya baik masalah pekerjaan (perusahaan keluarga) dan kinerja dari adik-adik saya. Sering saya harus memikul tanggung jawab atas kesalahan sendiri dan kesalahan yang dibuat oleh adik-adik saya tanpa boleh ada alasan dan pembelaan kecuali hanya pengakuan kesalahan dan perbaikannya.

Setelah menikah saya menghadapi masalah baru lagi yaitu suami saya terkena serangan jantung pertama akibat perokok berat. Setelah sembuh beliau memang tidak merokok lagi tetapi beralih kepada makanan yang membuat badannya bertambah gemuk sehingga bisa menimbulkan efek serangan jantung juga. Keadaan ini setiap hari menekan saya sedemikian rupa sehingga saya terbiasa berserah diri kepada keadaan dan berusaha berpikir positif dan bersyukur menghadapi apapun yang akan terjadi. Akhirnya suami saya meninggal akibat serangan jantung kedua yang berselang dua puluh tahun kemudian diiringi dengan keikhlasan hati saya.

Hasil didikan orang tua sebagai “tuhan yang kasat mata” dan pedampingan suami saya ini sampai sekarang masih ada didalam diri dan membentuk karakter saya. Lebih lagi setelah mengenal SQ Reformation, saya bisa lebih mudah mengenal karakter Tuhan sesungguhnya yaitu Maha Kuasa-Nya yang tak terbantahkan oleh alasan apapun. Saya adalah orang yang senang mempraktekkan ilmu kehidupan dan saya sangat merasakan manfaat dari belajar SQ ini, karena saya merasa lebih ringan dan penuh sukacita dalam menjalani dan mengatasi permasalahan hidup ini.

Latar belakang kehidupan saya dan pembelajaran SQ Reformation ini mempermudah dan menambah keyakinan saya akan eksistensi Tuhan yang nyata didalam setiap langkah kehidupan saya, sehingga banyak karya “mukjizat” kuasa-Nya yang saya alami secara nyata. Bagi saya hal ini merupakan warisan tak terhingga untuk syiar saya kepada siapapun, dan sekarang sudah berbuah kepada anak cucu saya. Amin, Segala Puji Bagi Tuhan.

Anny Kiswari_Slamet Effendi, Rawamangun-Jakarta Timur


__________________________

Semua Bukanlah Kebetulan Tetapi Merupakan Rencana Tuhan

untung_nugrohoSejak ayah saya mulai dirawat di RS pada tanggal 5 Agts 2009 hingga tutup usia 2 Sept 2009 banyak kejadian yang bisa saya ambil sebagai pembelajaran SQ saya. Mulai dari kekhawatiran akan kondisi ayah saya, kerepotan dalam mengurus dan merawat ayah selama di RS maupun di rumah, dan juga tanggungan biaya RS yang harus dikeluarkan. Semua in membuat kesedihan, kekecewaan, dan juga ketakutan yang bercampur aduk dalam pikiran dan perasaan saya.

Disitu saya coba mempraktekkan apa yang telah saya pelajari dari hal-hal yang pernah disampaikan oleh pak Budi Yuwono tentang SQ Reformation. Mulai dari melatih kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa saya bisa menjalani semua ini dengan bantuan dan bimbingan Kasih Tuhan, sehingga pada akhirnya semuanya bisa selesai dengan begitu mudah, ringan, dan damai.

Banyak campur tangan Tuhan berupa “kemudahan tak terduga” yang saya dapatkan saat menjalani masa-masa tersebut dan sesudahnya, sehingga hal ini membuat saya dapat lebih meresapi arti bersyukur dan berterima kasih pada kebaikan-Nya. Dari kemudahan-kemudahan tadi saya juga belajar bahwa apa yang saya dapat selama ini bukanlah suatu kebetulan yang berulang belaka, tetapi itu semua adalah rencana Tuhan yang harus saya jalani dengan benar sehingga Kasih Karunia-Nya terlimpahkan.

Saat ini saya menjadi lebih yakin, bahwa dibalik setiap cobaan dan ujian kehidupan yang saya alami pasti ada kebaikan dan kemudahan dari Tuhan yang perlu saya pahami untuk menjadikan saya lebih peka terhadap rencana dan petunjuk-Nya. Semuanya ini membuat saya makin bersyukur, bersyukur, dan bersyukur serta selalu berprasangka baik terhadap-Nya karena saya yakin rencana Tuhan adalah yang terbaik buat saya.

Terima kasih Tuhan.

Untung Nugroho, Kebon Jeruk Jakarta Barat

SQ Reformation Center